Mengamati Peluang Usaha Food and Beverages

0
240

Mempunyai bidang usaha yang ikut mengalami perkembangan dengan pesat merupakan suatu keberhasilan yang dicapai seorang pengusaha. Namun, bagaimana jika Anda adalah seorang pemula yang ingin membuka sebuah usaha. Adakah tolok ukur yang bisa digunakan sebagai patokan? Kali ini akan kami sajikan untuk Anda mengenai prospek usaha food and beverages yang tengah booming.

Analisa Usaha Food and Beverage

Agar Anda bisa menganalisa usaha dalam hal ini adalah food and beverages, berikut ini kami sajikan beberapa indikatornya. Simak penjelasan rincinya pada setiap sub bab berikut.

1.      Besaran Modal yang Harus Dikeluarkan

Hal pertama yang harus Anda ketahui adalah besaran modal yang dibutuhkan. Anda bisa menganalisa jumlah modal yang kira-kira digunakan dalam memulai usaha tersebut. Jika dilakukan perhitungan sederhana meliputi semua bahan maupun peralatan yang dibutuhkan ketika pertama kali membuka usaha tersebut, ditemukan angka nominal sebesar Rp 15.700.000. Jumlah tersebut tidaklah pasti karena bisa berubah sesuai dengan harga pasar yang berlaku.

2.      Prospek Omset yang Diperoleh

Selanjutnya indikator yang biasanya digunakan untuk menganalisa sebuah usaha disamping besaran modal adalah prospek omset ke depannya. Jenis ini bisa ditentukan melalui besaran harga yang ditetapkan ketika menjual produk dikali lama penjualan dan diikuti dengan jumlah produk yang terjual. Misalnya saja ketika Anda menginginkan penjualan 100 produk dengan harga per produk Rp 5.000 selama 30 hari. Maka jelas total penerimaan Anda adalah sekitar Rp 15.000.000. Jika sudah demikian akan sangat mudah untuk Anda analisa sendiri berpaa keuntungan yang diperoleh nantinya disertai dengan lamanya proses balik modal.

Tips Memulai Usaha Toko Roti

Untuk bisa memulai jenis usaha tersebut, terdapat beberapa hal yang bisa Anda perhatikan. Berikut adalah tips sukses memulai usaha food and beverages.

1.      Tentukan Konsep Produk yang Akan Dijual

Hal pertama yang harus dilakukan adalah menetapkan konsep produk yang nantinya akan dijual. Silakan tetapkan jenis roti maupun ciri khas dari produk Anda. Hal ini akan membantu Anda untuk membedakan dari kompetitor.

2.      Perhatikan Letak yang Strategis

Selanjutnya lakukan pemilihan lokasi yang strategis baik dari sisi bahan baku maupun dari pemasaran produk. Hal ini akan membantu Anda dalam memperlancar usaha yang Anda geluti tersebut.

3.      Lakukan Pembagian Tester

Ketika Anda melakukan grand opening saat pertama kali membuka usaha, Anda bisa membagikan beberapa tester pada beberapa pengunjung. Selain dapat memperkenalkan jenis produk Anda, hal ini juga dapat dijadikan sebagai sarana promosi. Jika melewati hari saat grand opening, silakan Anda lakukan beberapa promo diskon yang mengundang pembeli untuk mengunjungi toko Anda.

4.      Optimalkan Dapur Pribadi

Jika usaha anda masih berskala kecil dan rumahan, maka tak ada salahnya untuk mengoptimalkan dapur pribadi. Jangan memaksa untuk membuka kios baru dan membuat dapur sendiri. Hal ini tentu akan mempengaruhi modal yang harus dikeluarkan, jika teknik pengelolaannya kurang profesional maka bisa saja usaha Anda tidak akan maju.

5.      Senantiasa Melakukan Inovasi Produk

Perlu Anda ketahui bahwa usaha food and beverages memiliki pangsa pasar yang luas. Hal ini mengundang banyak kompetitor yang menjadi rival Anda di bidang serupa. Jika Anda tidak senantiasa melakukan inovasi, bisa saja usaha yang Anda geluti tersebut akan terancam gulung tikar. Itu dia penjelasan rinci mengenai hal-hal yang harus diperhatikan sebelum membuka usaha food and beverages serta prospek analisa usaha tersebut. Perlu Anda ketahui bahwa nominal angka yang tertera dalam pembahasan sebelumnya bukan angka yang sesungguhnya. Artinya bisa saja berubah sewaktu-waktu, sehingga penting bagi Anda untuk tetap update informasi. Semoga bermanfaat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here