Rabu, November 25, 2020
Beranda Pengembangan Usaha Syarat Dalam Membuat Surat Izin Tempat Usaha (SITU)

Syarat Dalam Membuat Surat Izin Tempat Usaha (SITU)

Apakah Anda berencana membangun bisnis? Selain membutuhkan Izin Usaha (SIU), ada baiknya Anda juga membuat Surat Izin Tempat Usaha (SITU). Dengan begitu, aktivitas bisnis Anda akan lebih aman karena berada di bawah payung hukum. Jadi, apa sebenarnya SITU? Bagaimana cara mendapatkannya? Lihatlah penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Definisi Izin Tempat Usaha

Izin Tempat Usaha atau disingkat SITU adalah surat resmi yang dikeluarkan oleh badan hukum atau lembaga setempat. Fungsi surat ini adalah untuk mendapatkan izin pendirian tempat usaha, perusahaan atau kantor. Tujuannya adalah untuk menghindari gangguan dari pihak lain yang dapat menyebabkan kerugian.

Prosedur dan Persyaratan untuk Membuat SITU

Mengingat pentingnya izin untuk tempat usaha, pastikan untuk mengaturnya sesuai dengan prosedur yang berlaku. Prosedur pembuatan SITU adalah sebagai berikut.

  • Formulir SITU harus disertai dengan pernyataan terlampir dari izin tertulis dari tetangga di sekitar lokasi bisnis. Baik di kiri, kanan, belakang, dan depan. Izin harus dalam bentuk tanda tangan yang disertai dengan pernyataan tidak keberatan dengan bisnis yang akan dilakukan oleh pembuat SITU.
  • Formulir SITU harus diserahkan dan disahkan oleh pejabat kelurahan dan kecamatan setempat.
  • Formulir SITU yang telah disetujui kemudian harus diadministrasikan ke tingkat kabupaten.
  • Melakukan pembayaran lisensi bisnis.
  • Daftar ulang.
  • Proses selesai. Formulir yang lulus verifikasi akan segera dikeluarkan sebagai SITU.

Sedangkan persyaratan untuk membuat SITU meliputi:

  • Membuat Izin Tempat Usaha dengan materai Rp. 6.000,00 dan cap perusahaan.
  • Lampirkan fotokopi KTP pemohon yang berfungsi sebagai pemilik, direktur, atau penanggung jawab yang masih berlaku. Sementara warga negara asing harus melampirkan kartu identitas dan izin khusus.
  • Lampirkan surat kuasa dan fotokopi kartu identitas penerima. Ini hanya dilakukan jika pemohon meminta bantuan pihak ketiga, diserahkan kepada orang lain. Misalnya, kerabat atau penanggung jawab perusahaan.
  • Sertakan fotokopi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang valid dan sesuai dengan kegiatan bisnis.
  • Sertakan fotokopi bukti hak tenurial. Surat ini terdiri dari sertifikat, perjanjian sewa, perjanjian pinjaman, dan perjanjian lainnya yang berkaitan dengan proses pembuatan SITU.
  • Termasuk fotokopi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan Surat Pemberitahuan Pajak (SPPT) selama setahun terakhir.
  • Sertakan fotokopi akta pendirian tempat usaha, perusahaan atau kantor dan amandemen serta persetujuannya.
  • Sertakan bukti persetujuan dari lingkungan sekitar yang diketahui oleh kepala desa, RT / RW, atau camat. Penghuni harus berjarak dua ratus meter dari lokasi tempat usaha.
  • Melampirkan sertifikat domisili bisnis.

Biasanya, proses verifikasi untuk SITU baru atau ekstensi memerlukan maksimum lima hari kerja, dihitung setelah informasi tentang persyaratan selesai. SITU berlaku selama tiga tahun dan dapat diperpanjang setelah masa berlakunya berakhir.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Hal Penting Sebelum Anda Mencari Pinjaman

Ketika anda memutuskan untuk membuka atau memperluas bisnis, kesulitan dalam hal dana mungkin timbul. Untuk mengatasi masalah ini, opsi untuk mencari pinjaman...

Peluang Bisnis Dropship Laris Manis

Dropship adalah Jual Beli online yang tidak mengharuskan kita untuk menyetok barang, melainkan anda hanya mencari pembeli dan anda melakukan order ke...

Potensi Peluang Usaha Masker di Tengah Pandemi

Tak ada salahnya untuk mulai membuka sebuah usaha di tengah kondisi yang tidak menentu saat ini. Namun, perlu diingat bahwa ada beberapa...

10 Jenis Usaha Kuliner yang Paling Laku

Peluang usaha kuliner tetap memiliki porsi yang cukup signifikan. Tak hanya serign dijadikan usaha sampingan, nyatanya Anda bisa juga loh menggelutinya sebagai...

Komentar Terbaru